CHOICES

Tampilkan postingan dengan label KEBAHAGIAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEBAHAGIAAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Aku Akan Memilih


Aku tidak bisa menilai seberapa berharga hidupku initerlebih bila hendak membandingkannya dengan milik orang lain. Hal ini terlalu egois untuk dilakukan mungkin. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah akubersyukur atas hidupku. Aku bersyukur aku sadar bahwa aku demikian. Aku bersyukur aku menulis tentangnya.

Dari dua sisi kehidupan, ada banyak elemen kehidupan dan kisah yang bias diungkapkan. Misal, manakah yang anda pilih, menjadi pribadianak-anak yang ceria ataukan dewasa yang penuh pertimbangan? Untuk itulahperlunya sebuah keseimbangan. Tapi apakah yang sebenarnya anda butuhkan untukmenyeimbangkan keduanya? Kesadaran.

Perubahan tidak bisa terjadi tanpa kesadaran. Kesadaran akankondisi kini dan kondisi ideal, ideal anda.

Banyak orang yang berpikir untuk hidup bahagia selamanya.Tapi benarkah mereka akan benar-benar bahagia bila mereka selamanya hidup bahagia? Kebaikan ada karena begitu pulakejahatan. Maka, akankah kau benar bahagia bila tak mengerti apa itu artinyakepedihan?

Dan aku pun mulai meragukan kebahagiaan sejati di surga kelak. Benarkah kita mampu sadar akan kebahagiaan tanpa adanya kesedihan?

Dan karena itu,aku memilih untuk menghabiskan kepedihanku kini. Untuk kebahagiaan kelak. Kegagalan kini, untuk kemuliaan kelak.

Namun hidup akan berputar menjatuhkan warna-warna yang berbeda tiap saatnya. Itu yang aku sukadarinya. Lihatlah bagaimana memori dapat kembali membawa pedih bahkan saat kitaberpijak di atas kebahagiaan. Kau memiliki seorang pendamping hidup sempurna dankau menilik ke belakang, pada sosok lain, dan berandai memiliki kisah yangberbeda. Mempertanyakan dirinya saat ini. Begitu mudahnya kita dicampakkan.

Manusia kan selalu dilanda  dilema dan ketidakpuasan.

Tapi apakah kausadar akan hal tersebut? Benar-benar sadar? Atau hanya melaluinya tanpa makna?

14.37, terimakasih Adele dan kisah pedih dalam lagunya.

Minggu, 24 Februari 2013

Apa Itu Kebahagiaan



Banyak orang berusaha membuat sebuah definisi atas sesuatu hal berdasarkan apa yang mereka pahami dari hal tersebut. Oleh karena itu pula kiranya mungkin tidak ada definisi yang 100% benar, karena semua hanya diawali sebuah opini dan asumsi. 

Lalu, bagaimana kalian mendefinisikan kebahagiaan? 

Beberapa orang hanya mengaitkannya dengan perasaan senang, yang pula sering dikaitkan dengan keberadaan sesuatu, misalnya harta, jodoh, atau keluarga. Ini mungkin benar, akan tetapi keadaaan seperti ini dapat dengan mudah menjadi boomerang di mana kebahagiaan yang semula engkau miliki akan dengan mudah terenggut bersamaan ketika hal-ha di atas pun lepas dari genggaman. Oleh karena itu, kebahagiaan pun mesti dibarengi dengan sebuah pemahaman akan keadaan dan juga rasa syukur sehingga kita pun akan pula dapat merasakan nikmatnya kebahagiaan meskipun kita mengalami sebuah kehilangan. 

Dengan mengetahui bahwa semua itu adalah bagian dari sebuah proses perjalanan hidup, langkah kita pun akan terasa lebih ringan. Meski tetap akan dan mesti ada  sebuah waktu di mana kita merasa terjatuh, sesakit-sakitnya. Janganlah lama, semoga. Salam bahagia.

21 Februari 2013,  Telanaipura, Jambi

Kamis, 20 Oktober 2011

Kebahagiaan dari Sebuah Huruf


Dari 26 huruf yang ada dalam alfabet, huruf apakah kiranya yang memiliki pengaruh paling besar dalam kehidupan? Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin masing-masing individu mempunyai alasan yang beragam atas jawaban mereka, yang sangatlah mungkin juga beragam. Sebuah buku yang telah difilmkan, yang ditulis oleh Steve Conrad, berjudul The Pursuit of Happyness barangkali bisa sedikit memberikan sebuah jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan di atas.
Film fenomenal ini telah menginspirasi banyak orang dari kisah sang tokoh utama, Christopher Gardner, dalam memperjuangkan kehidupan ia dan anaknya. Namun kiranya ada hal yang cukup janggal dari judul film tersebut. Happiness (kebahagiaan) harusnya dituliskan dengan huruf i, dan bukan y, sebagaimana yang tertera dalam judul tersebut. Lalu, apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah itu sebuah kesalahan nan fatal, ataukah sang penulis memiliki maksud lain dengan menuliskannya demikian?
Humpty Dumpty, sebuah karakter dalam rima bahasa Inggris mengungkapkan “It means just what I choose it to mean—neither more nor less” yang kira-kira bermakna “Apa yang aku katakan memiliki arti apa yang aku inginkan. Tak lebih dan tak kurang.” Karena itulah, kiranya seseorang tidak dapat dengan mudahnya mempersalahkan bahwa yang kata happyness yang Conrad tuliskan itu adalah sebuah kesalahan. Ia tentunya memiliki alasan tersendiri mengapa ia memilih huruf y tersebut. Kita hanya tidak mengerti dan tak mau memahaminya.
Selalu ada alasan sejati di balik sesuatu.
Setiap orang tentunya memiliki logika yang dapat membantunya memahami dan membuka segala misteri kehidupan. Akan tetapi, beberapa orang terkadang membutuhkan sesuatu untuk memancing logikanya untuk berjalan dan mulai mempertanyakan. Bukankah luar biasa, bahwa kita dapat belajar untuk mempertanyakan esensi kehidupan dimulai hanya dengan sebuah huruf? Orang-orang kini telah menjadi begitu sibuk dan tak punya waktu untuk merenung atau memperkaya diri dengan pengetahuan.  Mereka terjebak dalam rutinitas harian dan beranggapan bahwa sibuk adalah sesuatu yang membanggakan. Padahal, rasa ingin tahu dan pengetahuan adalah modal utama seseorang untuk mencapai kebahagiaan pribadi. Dan pengetahuan itu hanya bisa didapatkan dengan menyisakan sedikit waktu untuk berpikir. Karena itu pulalah, banyak rahasia-rahasia besar kehidupan hanya diketahui oleh orang-orang yang berpikir dan bersikeras menemukan jawaban dari pertanyaan akan kehidupan.
Terkait dengan pengetahuan, perlu diketahui bahwa akar dari segala ilmu yang berkembang saat ini, adalah rasa ingin tahu, yang kemudian mungkin dapat diwakili dengan istilah filosofi. Filosofi seringkali dikaitkan dengan begitu rumit dan berkaitan dengan  berbagai hal-hal teoretis yang memerlukan pemikiran kritis untuk mengolahnya. Akan tetapi, dasar dari filosofi sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu rasa ingin tahu dan mempertanyakan sesuatu. Jostein Gaarder dalam novelnya Sophie’s World menuliskan bahwa satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang filsuf adalah kemampuan untuk mempertanyakan dan berpikir tentang sesuatu. Jadi, tak perlulah menjadi seseorang yang ‘besar’ untuk menjadi seorang filsuf.
Oleh karena itu, barangkali kita kini sebagai manusia perlu kembali belajar untuk mempertanyakan segala sesuatu, sebagaimana yang banyak dari kita lakukan sewaktu kecil dahulu. Tak usahlah terlalu peduli pada hasil atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hidup terlampau relatif dan luas untuk kita mengerti. Juga ada begitu banyak alasan untuk pembenaran suatu hal. Yang kita butuhkan sebenarnya adalah proses berpikir yang ditimbulkan dari pertanyaan tadi.
Huruf y yang disebutkan diawal tadi pun sebenarnya juga dapat mengajarkan kita untuk memahami diri dan orang lain. Setelah seseorang mampu dan terbiasa untuk mempertanyakan sesuatu, ia akan juga mempertanyakan apa yang ada di dalam dirinya dan orang lain. Ia tidak akan lagi menilai seseorang dari tampilan luarnya, dan akan mampu melihat diri orang lain secara keseluruhan, tak hanya dari penampilan, status, atau harta. Untuk dirinya sendiri, orang yang telah biasa mempertanyakan sesuatu pun akan sadar bahwa penilaian masyarakat umum tak selalu benar. Ia takkan lagi ragu atau malu untuk melakukan sesuatu yang ia nilai benar, walau banyak orang tak sependapat dengannya. Masing-masing dari kita mengejar kebahagiaan dengan cara masing-masing. Tak ada masalah, selama tidak melukai kepentingan orang lain.
Lebih jauh, dengan seringnya seseorang mempertanyakan, dan dengan adanya pemahaman yang baik seseorang pun akan mampu membuka mata untuk sebuah perubahan. Beberapa orang kini pun sangat kaku dan strict pada peraturan dan sistem yang sebenarnya kurang efektif. Mereka merasa nyaman dengan hal itu, dan merasa takut bila terjadi perubahan, hidup mereka pun berimbas pada ketidakjelasan. Mereka takut pada kemungkinan perbaikan.  
Kebahagiaan (happiness) adalah sesuatu yang seluruh manusia cari dalam hidupnya. Mereka berjuang setiap hari, memberikan cinta dan senyuman pada orang-orang di sekitarnya, adalah demi sebuah hal tak kasat mata yang bernama kebahagiaan. Beberapa mengidentikkan bahwa harta dan tahta adalah sumber kebahagiaan sejati. Mereka belajar hal tersebut dari pendidikan dan banyak orang. Namun satu huruf, barangkali dapat mengajari kita, bahwa kebahagiaan tertinggi didapat dari dalam. Dari pemahaman akan diri dan segala sesuatu.

*Telah dipublikasikan di Buletin Swara Ungu FBS UNY

Minggu, 29 Mei 2011

HAPPYNESS AND EMPTINESS


Kebahagiaan dan kehampaan. Nampak bagai dua hal yang saling berseberangan. Dapatkah kita merasakan kehampaan di saat kita juga merasakan kebahagiaan? Nampaknya tidak mungkin. Namun apakah kita benar-benar bahagia? Pertanyaan tersebut pun akan kembali pada bagaimana kita mendefinisikan kebahagiaan itu sendiri. Juga bagaimana kita menilai posisi kita sendiri dalam standar kebahagiaan kita itu.

Ada yang mengatakan bahwa kita tak selalu bahagia, namun pada dasarnya kita selalu merasakan kehampaan. Penulis sendiri beranggapan bahwa orang yang berpendapat demikian adalah seorang pemikir yang cenderung pesimistis. Ya, saya sebenarnya setuju dengan pendapat tersebut yang mengatakan bahwa kita semua pada dasarnya merasakan kehampaan. Hal itu karena kita merasakan ada sesuatu yang kurang dari diri kita. Dan pada akhirnya, hal ini akan bermuara pada suatu kenyataan akan sifat dasar manusia, sifat dasar kita, yaitu serakah.

Sebagian dari kita kadang merasa begitu sedih dan hampa. Namun, apakah mereka bertanya pada diri mereka sendiri, apakah mereka berhak untuk perasaan itu? Penulis selalu membagi dua karakter manusia, yaitu manusia itu sendiri, dan perasaannya. Kedua hal ini harus dilihat secara berbeda, karena seringkali manusia dikendalikan oleh perasaannya. Ini tidaklah benar. Kitalah yang seharusnya mengendalikan perasaan kita. Ada begitu banyak pernyataan yang bisa kita buat untuk menenangkan perasaan kita, mengendalikannya.

Dan terkait dengan kehampaan tadi, alangkah tidak bijaknya kita bila kita berlarut-larut merasakan kehampaan atas hal yang BELUM PADA WAKTUNYA UNTUK KITA MILIKI. Karena andai kita lebih mengetahuinya, ada lebih banyak orang di luar sana yang merasakan perih yang jauh lebih dalam, karena mereka TELAH KEHILANGAN SESUATU/SESEORANG SELAMANYA. Sebagai contoh, apabila kita masih belum mencapai mimpi-mimpi kita, sebaiknya kita tidak lebih bersedih daripada orang yang telah kehilangan kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Selamanya.

Anda tidak sendiri. Banyak orang yang mengalami kehampaan di luar sana. Lalu, mengapa kita harus berfokus pada kehampaan itu saja? Mengapa kita tidak berfokus pada diri kita, pada pengembangan diri kita, sehingga kita tidak lagi pantas untuk merasakan kehampaan tersebut. Sehingga kita akan menjadi pantas untuk sebuah kebahagiaan.


With much love and happYness,
May 30th, 2011

Senin, 08 November 2010

KEGEMBIRAAN

Kegembiraan
Dan kebahagiaan yang sesungguhnya
Merupakan sesuatu yang berharga.

Jika seseorang tidak bertahan hidup, tidak ada
Kegembiraan dan kebahagiaan yang dapat diperoleh.

Mmencoba untuk bertahan hidup di dalam
Masyarakat yang kacau balau, tidak jujur dan
Yang pada umumnya amoral adalah sulit.

Individu atau kelompok mana pun ingin
Mendapatkan segala kesenangan yang mungkin
Dicapai dan kebebasan dari penderitaan.

Pertahanan hidup anda sendiri bisa
terancam oleh tindakan-tindakan buruk
orang lain di sekitar anda.

Kebahagiaan anda dapat berubah menjadi
tragedi dan penderitaan akibat ketidakjujuran
dan perbuatan buruk orang lain.

Saya yakin anda dapat memikirkan
Contoh-contoh nyata. Perbuatan-perbuatan
Buruk seperti demikian dapat mengurangi
Pertahanan hidup seseorang dan
Merusak kebahagiaannya.

Anda penting bagi orang lain.
Anda didengarkan.
Anda bisa memperngaruhi orang lain.

Kebahagiaan atau ketidakbahagiaan
Orang lain yang dapat anda sebutkan
Namanya penting untuk anda.

Tanpa banyak kesulitan,
Anda bisa membantu mereka untuk
bertahan hidup dan menjalani
kehidupan yang lebih bahagia.

Walaupun tidak ada orang
Yang dapat menjamin bahwa semua
Orang dapat berbahagia, kesempatan
Mereka untuk bertahan hidup dan
Bahagia bisa ditingkatkan. Dan dengan
Demikian, kebahagiaan anda pun
Dapat pula ditingkatkan.

Kebahagiaan
Terletak pada partisipasi dalam kegiatan
Yang bermanfaat. Tetapi hanya ada satu orang yang
Secara yakin dapat menentukan apa yan akan
Membuatnya bahagia- yaitu orang itu sendiri.

Terkadang orang bisa merasa seperti daun yang tertiup
Berputar di sepanjang jalanan yang kotor, orang bisa merasa
Seperti sebutir pasir terjebak di suatu tempat. Namun tak
Seorang pun pernah mengatakan bahwa kehidupan itu
Adalah sesuatu yang tenang dan teratur; tidaklah demikian.
Orang bukanlah daun yang koyak atau sebutir pasir:
Orang bisa, sedikit banyak menggambarkan peta jalannya
Sendiri dan mengikutinya.

Seseorang kadang merasa bahwa sudah
Terlambat untuk melakukan apa pun,
Bahwa jalan yang telah dilaluinya begitu
Kacaunya sehingga tidak ada harapan
Untuk menggambarkan jalan masa depan yang
Berbeda: selalu ada kesempatan di suatu titik di
Jalan di mana seseorang bisa menggambarkan
Peta jalan baru. Dan mencoba untuk mengikutinya.
Tidak ada seorang pun yang tidak bisa
Membuat langkah awal yang baru.

Dapat dikatakan tanpa keraguan bahwa orang
Lain akan mencoba mengejek seseorang dan dengan
Berbagai cara berusaha mendorong ia sampai
Keluar batas, membujuk seseorang dengan berbagai
Cara agar menjalani kehidupan yanng tidak bermoral:
Semua yang orang semacam ini lakukan adalah untuk
mencapai tujuan pribadiya sendiri, dan jika orang
tersebut termakan oleh omongannya, ia akan berakhir
dalam tragedi dan kedukaan.

Jika seseorang tetap menjaga
Untuk berada di dalam batas jalan,
Seseorang tidak akan terlalu jauh
Membuat kesalahan. Kegembiraan,
Kebahagiaan dan kesenangan yang sebenarnya
Berasal dari banyak hal, tetapi
Tidak dari kehidupan yang berantakan.

Jika anda dapat mengajak orang lain
Untuk mengikuti tuntunan budi pekerti
Menuju jalan kebahagiaan ini, anda
Sendiri akan cukup bebas untuk memberikan diri
Anda sendiri kesempatan untuk menemukan
Apa sesungguhnya kebahagiaan itu.

Di tangan andalah adanya kekuatan untuk
Menunjukkan jalan yang lebih aman dan
Kehidupan yang lebih bahagia.

Sumber: Tuntutan Budi Pekerti, L. Ron Hubbard

HAPPYNESS AND ‘WHEN TO MOVE’

Bicara tentang kebahagiaan, kita tak bisa juga melepaskan pembicaraan kita tentang adanya sebuah tujuan kuat yang menjadi dasar atau acuan kita dalam menjalani kehidupan kita. Tujuan memanglah diperlukan, agar kita tak terombang-ambing oleh berbagai gelimang dan pengaruh yang begitu berlimpah di dunia ini.

Dalam menuju sebuah tujuan itu, ibarat sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang tidak akan kita ketahui akhir dan bagaimana keadaannya di depan. Itu ibarat kita hanya memiliki peta, yaitu bekal kehidupan kita. Namun sekali lagi, peta adalah peta. Kita takkan tahu bagaimana realita yang terjadi di jalan kehidupan kita.

Kita memang mesti berbahagia di dalam perjalanan itu. Akan tetapi, kita mesti berhati-hati dengan kebahagiaan itu. Coba pertanyakan: akankah kita dibawanya kepada kebahagiaan yang lebih besar, apa yang kita selama ini impikan?

Kita diharuskan memiliki kepekaan yang tinggi dalam hal ini. Kita tak bisa selamanya memaksakan diri untuk berada di jalur yang sama, pada saat yang sama kita mulai merasa tak yakin bahwa akhir perjalanan ini akan berada pada tujuan yang telah kita rencanakan.

Untuk itulah, kita diharuskan tahu ’WHEN TO MOVE’, kapan mesti bergerak, berpindah. Kadang memang cukup berat bagi kita untuk memulai sesuatu yang baru, dan melepaskan segala yang telah kita bangun selama ini. Hanya orang yang berjiwa besar dan penuh pertimbangan saja yang pasti akan merasa bahwa ’moving’ ini berguna baginya. Oleh karena itu, untuk menghadapi segala resiko, kita musti memikirkan segala kemugkinan di depan, dan juga tentu saja keikhlasan untuk melepas masa lalu.

Sekarang, WHEN, atau kapan; hal itu menjadi pertanyaan akhir. Semua itu kembali bergantung akan kepekaan kita akan situasi atau kondisi kita sendiri. Dan cobalah percayai kata hati. Jika kau mulai merasa setengah hati untuk melakukan sesuatu, ada baiknya kau segera mengikutinya, dengan sebuah persyaratan: berhati-hatilah kemudian di jalan yang baru. Agar kita benar-benar dapat bahagia nantinya.

Ada begitu banyak jalan untuk hidup ini. Kalau pun kau berjalan di jalur A, bukan berarti kau tak bisa tiba di ujung jalur B. Begitu pula sebaliknya.


With much love and happyness,


Kusuma

Rabu, 03 November 2010

HAPPYNESS AND EVERYONE’S YOU

Ada baiknya jika kita mulai pembahasan topic ini dengan sebuah pertanyaan (seperti biasanya): Apakah anda bica menciptakan kebahagiaan nan sejati dalam sebuah kesendirian?

Anda masing-masing tentu memiliki jawaban yang berbeda atas pertanyaan tersebut. Semua bergantung pada pemahaman anda sendiri mengenai makna kebahagiaan itu sendiri.

Kebahagiaan sejati dapat berarti ketenangan, kedamaian, dan kenyamanan diri. Dan saya juga anda pastinya juga yakin bahwa kebahagiaan dalam definisi tersebut dapat kita wujudkan dalam kesendirian dan renungan dalam diri kita sendiri.

Namun saya telah berkata sebelumnya bahwa benar dan salah akan sesuatu sebenarnya bergantung pada pandangan masing-masing orang. Oleh karena itu, banyak mungkin orang yang akan berpendapat berbeda.

Sebagian besar orang mengalami momen-momen yang menyenangkan ketika mereka sedang bersama orang-orang terdekat seperti keluarga, kekasih, atau teman. Dari hal inilah dapat kita simpulkan bahwa kebersamaan merupakan suatu hal yang penting dalam mewujudkan kebahagiaan. Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mewujudkan sebuah kebersamaan yang baik di dalam kehidupan kita. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan anda sebagai EVERYONE’S YOU.

Apa yang dimaksud dengan EVERYONE’S YOU? Bagi anda yang memahami English pun pasti masih hanya sedikit memiliki gambaran tentang arti frase tersebut. EVERYONE’S YOU berarti YOU ARE EVERYONE’S. Anda adaah milik semua orang. Memiliki prinsip ini sangatlah penting bagi kta semua sebab dengan memegang prinsip ini, kita tanpa sadar telah membebaskan diri ita dari berbagai batasan. Batasan yang dimaksud di sini adalah batasan dalam pergaulan dan sosialisasi.

Ya, terkadang kita terlalu merasa nyaman dengan sebuah kondisi yang telah lama kita rasakan. Begitu pula dalam hal pergaulan. Kita kadang tak ingin atau enggan untuk merasakan segala hal yang baru, lengkap dengan segala resiko dan kejutannya.

Manusia cenderung hidup berkelomppok. Entah dengan maksud apa, namun tampaknya sudah menjadi karakter dasar manusia untuk berkelompok. Hal ini kebanyakan disebabkan rasa nyaman, kesamaan, ataupun dalam suatu usaha untuk melawan kelompok yang lain. Saya melihat hal ini sebagai sebuah permasalahan. Kita tak dapat menolak untuk cenderung condong pada satu atau lebih kelompok. Namun, kita tak boleh memelihara sikap yang tertutup akan segala sesuatu ini (eksklusifisme).

Ada baiknya jika kita tak menjadi atau merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok. Memang akan terkesan individualis dan egois. Namun kesan bukanlah kenyataan! Birkan saja orang menilai kita. Hanya kita yang tahu apa yang kita lakukan itu benar.

Orang yang bukan milik siapapun, adalah milik siapapun. Dan orang yang merupakan milik seseorang, adalah HANYA milik orang tersebut.

Pernyataan itu sebenarnya dapat kita katkan dengan masalah ketergantungan diri. Apa maksudnya? Coba kita pikirkan. Orang yang telah terbiasa untuk hidup di dalam suatu komunitas, cenderung untuk bergantung kepada komunitas tersebut di dalam kehidupannya. Ketergantungan yang berlebihan inilah yang kiranya cukup berbahaya. Seseorang akan menghadapai kesulitan untuk ’keluar’ dan menghadapi kehidupan, dan manusia yang begitu beragam. Ia justru akan merasa begitu terancam, kosong, dan terkungkung apabila berada di dalam lingkungan yang asing bagi mereka.

Kita takkan selamanya bisa hidup di dalam suatu batasan. Kita mau tak mau harus berani untuk menghadapi sesuatu yang berada di luar zona nyaman kita. Hal ini dikarenakan kita harus perlahan-lahan belajar menghadapi sebuah rasa tidak nyaman. Itu juga cukup penting, selain adanya percaya diri. Dengan kedua hal tersebut, kita pun akan lebih terbiasa untuk bergaul dengan siapapun, dalam kaitannya untuk menjadikan kita EVERYONEE’S YOU., mendapatkan lebih banyak orang, dan tentu saja, meraih kebahagiaan.

With much love and happyness,

Kusuma

Kamis, 28 Oktober 2010

STRATEGI UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN NYATA

Masih banyak orang yang berpikiran dangkal khsusnya tentang kekayaan dan keinginan untuk sukses yang akan membawa mereka pada kebahagiaan. Namun, saya juga tahu banyak orang kaya yang benar-benar menyedihkan hidupnya. Pada akhirnya, saya berpikir masalah uang atau harta kekayaan tidak dapat dijadikan sebagai priioritas utama untuk meraih kebahagiaan yang hakiki.

Bagaimana jika sukses secara materi kita letakkan sebagai prioritas kedua setelah kehidupan nyata dan integritas diri lebih berharga daripada yang lain di jalan kehidupan ini? Jadi tampaknya, uang dan ketenaran sering diharapkan dapat memperbaiki perasaan keraguan dan kesendirian. Saya akan mengatakan kepada orang-orang untuk bekerja dengan jujur, memperkuat iman, membersihkan kekacauan dan kekotoran yang kita buat, dan membantu orang lain terlebih dahulu. Kemudian, jika kita diberkati dengan imbalan materi, anda dapat menikmatinya.

Mari kita fokuskan perhatian pada frasa ”yang nyata sudah ada di sini”. Mungkin tadinya dalam hidup kita, kita selalu menunggu sesuatu terjadi, dengan harapan bahwa kita akan bahagia. Kita sering tidak menyadari bahwa kita masih tidak memiliki tujuan. Tapi, mengapa arus kebahagiaan kita harus menunggu sampai kita mencapai apa yang sebenarnya tidak akan membuat kita bahagia dalam hidup ini? Kita harus segera berproses meraihnya daripada duduk-duduk menunggu hasil.

Hal ini tentu saja harus diiringi dengan sikap menyerahkan diri kepada Tuhan, suatu prinsip yang memungkinkan kita untuk menerima hidup tanpa putus asa. Iman adalah kekuatan untuk percaya bahwa Tuhan memiliki rencana bagi kita dan kita harus berjalan sesuai dengan rencana-Nya yang besar itu. Membantu orang lain adalah strategi untuk melepaskan diri kita sendiri dan mengambil tindakan nyata yang membangun diri.

Sumber: The Route of Happiness, Rahmat Ramadhana al-Banjari

SIMPLE RULES TO LIFE HAPPILY

There are five rules to life happily. They are: letting yourself free from hatred, letting your mind out of burden, living a simple life, giving more, and eliminating unnecessary want.

No one can go back to the past and restart his/her life. Everyone can start it right now and make a new end. God never promise you days without pain, laugh without sadness, sun without rain, but a power in that day. Happiness for tears and light in a journey.

Disappointment can block your life journey. However, later you will be in a good road. Don’t stay too long in that disappointment. Keep moving!

When you are disappointed because you cannot reach what you want, just accept this condition, and be happy. It is because God is thinking of something more for you.

There is a purpose for every event in life that can teach you to laugh more or not to cryr harder.

You cannot force someone to love you. You can only let yourself to be loved. Then, this is the people’s decision to love you or not. Just give a limitless love to anyone. In life, you will hardly find a person you love and he/she loves you too. So, once you get your love, do not let it away.

There is a possibility that the love will not come back. It is better to let your self-esteem gone, rather than losing the one you love, because of you esteem.

We really waste our time to search for an appropriate person to love. We also too often look at the mistakes of the one we love, rather than completing the love we give.

If you really care to someone, don’t search for his or her weaknesses. Don’t make excuses. On contrary, you need to fix those mistakes, accept those weaknesses, and don’t care of those excuses. Don’t ever try to leave old friends. You will never find the ones to replace them. Friendship is like a grape. The older is the better.

Translated from: The Route of Happiness, Rahmat Ramadhana al-Banjari

HOW CAN WE BRING HAPPINESS TO OUR LIFE?

“Don’t worry. Just be happy!” Although simple, this phrase has big power and meaning. That phrase tells us to stay focus on what we want than on what we do not want. If we stay focus on what we want, we can take actions which are close to the aim or purpose of our life. One thing you can do to reach happiness is to count the gift and pleasure you have gotten. Dr. Myers shows that a person who is kind everyday, in all aspects of his/her life (like health, friendship, family, education, freedom) has more opportunity to feel the positive feeling and happiness.

There are some ways you can do to get happiness. I have proven them myself, and now, this is your turn to prove it. Firstly, you need to improve the quality of your relationship with family and friends. Happiness comes from home. Start it with making your relationship better. Greet them with smile, do something that can make them happy, don’t make them angry. Keeping good relationship which is full of love and friendship can improve your happiness. Remember, love can make your life lighter. So, just give anyone your love and care. Keep your relationship with your closest people. That happiness can spread all over your life. Therefore, find people that can help you to make yourself happy.

Second, you need to become an optimist person. Optimism can result on a good feeling. Optimist people have the key of happiness. They can life in peace, good feeling. They can hardly be desperate because of the bad past.

Third, you need to give your honest smile and laugh. Just smile in front of your life mirror for a while. It is because smiling can make us happy. The more you smile, the more happiness you get. We really love to see anyone smile. Smile can also make us more interesting to see and warmer to feel. When you smile, your brain will send you a message telling that everything’s okay. Smile frequently, and look at yourself, you will realize that you can solve problems. All bad things will be gone with time.

Forth, keep praying. It will function only if you believe in God. If you want to be happy, you can ask this to Him. Prayer will help you to finish something, and lead you to happiness.

Fifth, give and share with other people. With giving, you will receive something more than that you imagine or guess. You will be happy when looking at other happy people.

Sixth, treat time as a friend. Don’t only keep passive. Do many good activities at a time.

Seventh, you need to train you thinking pattern. Don’t be busy with some projects and new ideas, while you haven’t finished the previous ones.

Eighth, activate your body. Do exercise frequently, such as jogging, gymnastics, ets. It is because they can be an antidote for depression and worry. “Happy minds reside in sound bodies” Dr Myers.

Ninth, keep fun in your life. You must avoid any kind or pressure or burden in your mind. Then, let any bad memories or bound in your life gone. If you want to forgive someone, write a letter then express all of your feeling. Later, you have to destroy that letter. As the people in New York, you can also destroy anything that can remind you of the bad memories in your life. By doing this, hopefully you can feel brighter.

Tenth, realize your dreams. Dream is the beginning that can lead you to a good future. There are many success people that start it with a big dream.


Translated from: The Route of Happiness, Rahmat Ramadhana al-Banjari

DOA: PEMBUKA PINTU KEBAHAGIAAN

“ketika satu pintu kebahagiaan ditutup, yang lain terbuka. Tetapi seringkali, kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup. Akibatnya, kita tidak melihat salah satu yang telah dibuka untuk kita” Helen Keller.

Sering saya menerima curhat dari berbagai orang. Mereka mengeluh, ”Mengapa saya belum juga merasakan kebahagiaan?” atau ”Rasanya pintu kebahagiaan saya seperti tertutup.”

Apa yang terjadi ketika suatu saat anda merasa seakan-akan pintu kebahagiaan anda tertutup atau sangat sempit ketika sudah begitu banyak perbuatan baik dan hal-hal positif yang anda lakukan sebisa mingkin? Siapa di antara kita yang belum pernah mengalami merasa lemah suatu waktu dan mencario tahu apakah bisa terus berlanjut dan menghadapi tantangan kehidupan selanjutnya?

Dalam momen-momen inilah, kekuatan doa bisa menjadi sumber yang luar biasa, ketika sesuatu menjadi sulit dan kita merasa tidak mampu meneruskannya sehingga kita terkadang merasa sendiri. Pada saat-saat seperti ini, doa bisa sangat membantu, dan menyadarkan kita bahwa pada kenyataannya, kita tidaklah sendirian. Apa pun keyakinan agama atau spiritual anda, sadarlah bahwa ada satu kekuatan yang lebih tinggi ’di sana’ yang bisa mejadi tempat berbagi.

Doa adalah satu kata yang sudah sangat kita kenal, bahkan mungkin kita sudah mengetahuinya sejak kita berada di dalam kandungan ibu.

Doa juga selalu menjadi pegangan setiap orang di kehiupan ini dan memang seharusnya demikian adanya. Kita tidak mungkin melupakan doa di dalam hidup kita. Tetapi, ada sebagian dari kita ini yang merasa telah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi tidak pernah dikabulkan. Padahal, mereka ini selalu berda di setiap langkah kehidupannya.

Di setiap doa, kita pasti sellau meminta kepada Tuhan rezeki yang melimpah agar kita bisa hidup senang dan bahagia. Ternyata, itu tidak pernah terjadi. Mengapa?

Masih banyak orang yang merasa sulit mencari rezeki untuk kehidupannya sendiri. Sangat banyak di antara kita yang kebingungan mencari cara untuk memperoleh rezeki. Bekerja dengan sangat keras, semata-mata untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak, tetapi tetap saja hanya memperoleh sangat sedikit, atau bahkan tidak sama sekali.

Ya, mereka inilah yang sering kali merasa ’dianaktirikan’ oleh Tuhan, karena merasa doa mereka tidak pernah dikabulkan. Dalam hal ini, saya sekedar ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa sebenarnya Tuhan selalu mengabulkan doa setiap manusia melalui tiga cara. Pertama, langsung dikabulkan. Kedua, doa yang dikabulkan dengan cara digantungkn. Inilah sebenarnya doa yang dikabulkan untuk sebagian besar umat manusia, termasuk kita yang merasa sebagai manusia biasa. Doa yang digantungkan, artinya doa yang kita panjatkan itu ’sudah dikabulkan’ tetapi dalam kondisi ’masih menggantung di atas’, yang harus kita raih jika kita ingin segera mendapatkan hasil dari doa kita.

Istilah digantungkan ini memberikan pemahaman bagi setiap orang bahwa diperlukan suatu upaya semaksimal mungkin dari diri kita masing-masing untuk meraih yang digantungkan tersebut. Jika kita tetap berusaha dengan gigih, fokus, pantang menyerah, dan selalu bersemangat positif, maka akhirnya permintaan dari doa yang kita panjatkan pasti bisa kita dapatkan. Setinggi apa pun Tuhan menggantungkan, pasti kita dapat meraihnya jika kita punya kemauan dan keuletan dalam berusaha meraihnya.

Pemahaman tentang terkabulnya setiap doa kita, seperti uraian di atas sangat penting. Jika anda sudah memahami bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa kita, maka kita takkan mudah menyalahkan Tuhan. Sebaliknya kita akan introspeksi diri sejauh mana kita sudah berusaha meraih doa-doa itu.

Bersambung....

Sumber: The Route of Happiness, Rahmat Ramadhana al-Banjari

APAKAH ANDA BAHAGIA?

Pertanyaan yang sangat sederhana ini mungkin sangat sulit dijawab oleh seseorang yang belum pernah merasakan energi bahagian yang sesungguhnya. Mungkin selama ini, yang anda rasakan hanyalah kebahagiaan semu belaka.

Anda yang memutuskan, apakah anda ingin bahagia? Kita semua berusaha untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Anda mungkin berpikir bahwa prestasi, seperti pendidikan, perkawinan, keluarga, status sosial, keuagan, dan sebagainya akan membuat anda senang.

Namun, kajian kebahagiaan di beberapa negara telah membuktikan bahwa ada sedikit prestasi yang harus dilakukan dengan kebahagiaan anda. Untuk jutaan orang, kebahagiaan tetap memiliki tujuan yang cukup sukar dipahami. Mereka sudah mencoba untuk membeli kebahagiaan. Mereka telah mencarinya melalui kegiatan materialistis dan nyaman, seperti membeli mobil baru atau liburan ke luar negeri,. Tapi ternyata, hal-hal tersebut tidak membuat mereka menemukan kebahagiaan sejati.

Bagi kebanyakan orang, perubahan baru tersebut, harta atau kenikmatan sementara, mungkin akan memberikan kebahagiaan untuk beberapa saat, namun akhirnya, akan menjadi bagian dari status quo dan kekuasaan untuk memberikan kebahagiaan secara berangsur-angsur.

Meskipun ide tentang kebahagiaan masih terus diperdebatkan, kita tidak harus menunggu untuk mulai menemukan kebahagiaan dalam diri kita sendiri. Kita melihat kebahagiaan berasal dari hubungan sosial yang harmonis, pekerjaan yang menyenangkan, pemenuhan diri yang tinggi, perasaan bahwa kehidupan memiliki makna, dan bergabung dengan kelompok sosial lainnya.

Hidup anda menawarkan kesempatan yang cukup banyak untuk menemukan kebahagiaan. Lakukan hal-hal kecil yang membuat anda sedikit tertawa atau tersenyum. Luangkan waktu bersama dengan keluarga atau teman. Dalam jangka panjang, kebahagiaan anda akan meningkat.

Salah satu cara untuk mengemudikan hidup anda menuju kebahagiaan yang cukup adalah menghitung berkah dan kenikmatan hidup anda. Orang yang bahagia tahu bahwa mereka tidak akan bahagia setiap saat. Mereka dapat meghargai waktu singkat, sedikit kemenangan, keajaiban kecil, dan interaksi pribadi yang membawa kebahagiaan.

Penelitian tetlah membuktikan bahwa orang senang akan kesehatan, kesuksesan, uang yang banyak, dan ssuka dihormati orang lain. Tetapi, kesenangan-kesenangan itu tidak akan cukup untuk membuat kita bahagian yang sesungguhnya.

Tampaknya, kebahagiaan menjadi tujuan individual. Kebahagiaan tidak bergantung pada siapa anda atau apa yang ada, sesuai dengan pendapat anda. Jadi, mulailah berpikir tentang semua hal yang perlu untuk disyukuri. Bagaimana anda pada masa depan sangat tergantung pikiran anda hari ini. Jadi, berpikirlah positif, penuh harapan, keyakinan, dan kasih sayang.

Anda boleh bersenang hati jika anda adalah orang yang produktif, bermanfaat bagi masyarakat, suka berbagi dan mau membantu siapa pun yang membutuhkan uluran tangan anda.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa tidak ada jalan pintas untuk kebahagiaan. Orang-orang yang bahagia pun tidak mengalami sukacita selama dua puluh empat jam berturut-turut. Seseorang yang bahagia dapat memiliki hari buruk, tetapi masih bisa merasakan kenikmatan dari hal-hal kecil dalam kehidupannya. Jika anda tidak pernah merasa senang hari ini, itu palsu. Dalam percobaan, orang yang dimanipulasi untuk tersenyum sebenarnya merasa bahagia.

Jangan menambahkan kebahagiaan anda pada tujuan tertentu, seperti mendapatkan promosi atau untuk membayar tiket liburan. Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan yang dibatasi pada pencapaian tertentu merupakan kebahagiaan jangka pendek. Sadarilah bahwa dengan memanfaatkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berpikir tentang hal-hal baik dalam hidup anda, seperti makan makanan yang seimbang, berolahraga setiap pagi, akan mendatangkan kebahagiaan yang sejati.

Sekali lagi, tidak ada aturan khusus atau formula yang dapat membuat orang selalu bahagia. Sebaliknyaa, kebahagiaan datang dari membangun hubungan sosial yang positif, bekerja dengan menyenangkan, pemenuhan spiritual, rasa memiliki kehidupan yang berarti, dan kewarganegaraan dan bergabung dengan kelompok sosial-keagamaan lainnya.

Luangkan waktu untuk memikirkan, mengatakan, mensyukuri, dan berdoa kepada Tuhan untuk smua yang anda miliki hari ini. Dimensi ruhani merupakan komponen penting dari kebahagiaan.

Sumber: The Route of Happiness, Rahmat Ramadhana al-Banjari

Senin, 25 Oktober 2010

MENYIBUKKAN DIRI DENGAN MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN ATAU MENGKAJI SUATU ILMU YANG BERMANFAAT

Di antara saran untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati karena beberapa hal yang mengeruhkan pikiran adalah menyibukkan diri dengan melakukan suatu pekerjaaan atau mengkaji ilmu yang bermanfaat.

Hal ini dapat membuat hati melupakan kekalutannya, dengan hal-hal yang mengguncangkannya itu. Bisa jadi ia, karenanya, dapat melupakan beberapa penyebab yang telah membuatnya guncah dan sedih. Dengan demikian jiwanya senang dan semangat tumbuh dan bertambah.

Sarana ini pun bagi mukmin dan selain mukmin adalah sama. Hanya saja, orang mukmin berbeda dan unggul karena iman, keikhlasan dan keberharapannya kepada pahala illahi melalui ilmu yang dipelajari dan diajarkannya dan melalui perbuatan baik yang dikerjakannya. Jika pekerjaan itu berupa ibadah, maka ia melakukannya dengan yang semestinya sebagai ibadah. Jika pekerjaan itu berupa kesibukan kerja dalam urusan duniawi, maka ia sisipkan pada pekerjaan itu niat yang benar dan tujuan agar pekerjaan itu menjadi penolong baginyaa untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan. Hal ini memiliki pengaruh yang efektif untuk menangkis kegundahan, kesedihan, dan kesusahan.

Berapa banyak orang yang terkena keguncangan dan kekalutan batin, lalu terjangkiti berbagai penyakit. Ternyata terapinya yang manjur adalah melupakan penyebab yang membuat jiwanya kalut dan guncang, dan menyibukkan diri dengan suatu pekerjaan dari berbagai tugasnya.

Seyyogyanya kesibukan yang ditangainya itu adalah hal-hal yang disenangi dan digandrungi jiwa. Karena, hal itu lebih mengacu untuk terwujudnya tujuan yang bermanfaat itu. Wallahu A’lam.


Sumber: 23 Kiat Hidup Bahagia, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di

Sabtu, 23 Oktober 2010

HAPPYNESS: HURUF Y DAN AMBIGUITAS DUA SISI KEHIDUPAN

Adakah yang salah pada kata happyness? Bagi anda yang sudah cukup familiar dengan bahasa inggris, pastilah melihat sebuah kejanggalan pada satu huruf yang ada di dalamnya. Y di sana memanglah berbeda dengan kata happiness pada bahasa Inggris yang baik dan benar. Di sini pun saya secara sengaja menirunya dari sebuah film berjudul ’The Pursuit of Happyness’ yang menakjubkan itu.

Namun saya tidak menirunya tanpa alasan. Semua itu didasarkan pada sebuah pemahaman yang sangat inspiratif yang saya dapatkan dari seorang kawan saya. Semua itu terkait dengan hidup dan sebongkah zat di dalam kepala kita yaitu otak.

Kita mulai dahulu dengan huruf Y tersebut. Apa yang anda pikirkan tentang alasan saya menggunakan huruf Y itu, melainkan bukan huruf I sebagaimana lazimnya? Paling tidak ada dua opsi yang mungkin menjadi jawaban atas hal tersebut:
1. saya melakukan kesalahan.
2. saya dengan sengaja memakai huruf Y dengan alasan tertentu.

Kalau anda memperhatikan dengan baik, tentu saja jawaban yang benar adalah jawaban keduaa. Namun, benarkah begitu bila saya tak pernah memberitahukannya?

Orang yang telah terbiasa mempertanyakan pastilah tak mudah percaya pada penilaian dasar dirinya sendiri. Ia akan dengan sangat aktif mencari-cari kemungkinan yang ada atas segala hal dalam kehidupan ini. Dan memang begitulah seharusnya manusia. Hidup ini butuh untuk dipertanyakan, namun tentu saja dengan sebuah batasan.

Ada hal yang hitam dan putih, namun manusia yang baik selalu dapat melihat zona abu-abu namun tak berada di dalamnya. Ambiguitas atas sesuatu memang dapat membuat seseorang memandang hal baik sebagai hal buruk, ataupun sebaliknya. Untuk itulah kita seharusnya mampu untuk membatasi diri kita, dan juga mampu menyaring segala bentuk pemikiran atau pandangan dari luar. Walaupun pada akhirnya kita yang menentukan hal itu sebagai benar atau salah, namun masyarakat tetap, mau tak mau, memiliki kendali yang lebih kuat.

Pertahankanlah pandanganmu, selama itu tak mengganggu orang lain. Dan janganlah mudah percaya, jangan mudah menilai manusia secara mutlak. Karena ada begitu banyak alasan, bahkan untuk sesuatu yang salah.

With much love and happyness,

Kusuma

HAPPYNESS AND PRODUCTIVITY

Manakah yang anda pilih?
a. menjadi pemberi
b. menjadi penerima

Saya percaya anda pasti akan lebih condong pada jawaban b (menjadi penerima). Bagaimana tidak, orang pasti akan lebih merasakan kesenangan ketika ia mendapatkan sesuatu. Tanpa perlu sebuah usaha, sebuah perasaan sukacita pun dapat kita dapatkan. Tentu saja itu dalam konteks kebaikan atau sebuah hal yang baik. Karena tak ada orang yang mau menjadi pemberi atau penerima bagi sebuah beban, atau masalah.

Tapi tahukah anda bahwa kita berada di dunia ini untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita dan sesama? Lalu, jikalau kita menyadari hal tersebut, masihkah kita akan menjadi seorang penerima saja?

Hidup ini membutuhkan sebuah produktivitas dalam segala hal. Dengan tak adanya sebuah produktivitas, kita takkan benar-benar hidup. Dan seseorang yang tak benar-benar hidup takkan mendapatkan kebahagiaan. Istilahnya, mati segan, hidup pun tak mau.

Sebagai contoh, kehidupan agama kita selalu menuntut kita untuk produktif dalam beribadah kepada Tuhan YME. Selain itu, menjadi produktif untuk membantu sesama pun telah menjadi semacam pemikiran alami kita dalam menjalani hari-hari. Lalu, bukankah sekarang kita lebih baik menjadi seorang pemberi saja bila dibandingkan penerima?

Andai anda dapat membayangkan betapa kesenangan yang dapat anda terima ketika anda melakukan sesuatu (baca: memberikan seseuatu) kepada orang lain, tentu nya anda pun dapat merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan. Karena itu, perbuatan memberi merupakan juga suatu tindakan menerima, tanpa kita sadari. Entah yang kita terima itu adalah sebuah terima kasih, pahala, ataupun kebahagiaan yang setara.

Oleh karena itu, marilah kita mulai memberi sesama. Dalam bentuk apapun itu. Karena kita takkan selamanya berada di dunia ini. Karena sebuah kesempatan akan hilang seiring waktu yangmembawa kita ke ujung hayat.

Kita mungkin akan mati, namun setidaknya kenangan akan pemberian kita, masih dapat diteruskan.

With much love and happyness,


Kusuma

Kamis, 14 Oktober 2010

HAPPYNESS, PRESENT, AND REMEMBRANCE

Jikalau sebelumnya saya telah sedikit membahas kaitan kebahagiaan dan masa lalu, kini saatnya kita maju ke dimensi waktu kehidupan yang selanjutnya: masa sekarang.

Apakah yang kau lakukan sekarang? Dalam kondisi apakah kau saat ini?

Kedua pertanyaan itu adalah sedikit dari pertanyaan-pertanyaan yang harus kita pertanyakan pada diri kita. Untuk apa? Sebenarnya, kita tak perlu terlalu memusingkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena sebenarnya kita telah memiliki nurani yang telah membimbing kita tanpa kita sadari dalam bertindak di dalam kehidupan ini. Namun, kita bukanlah makhuk yang sempurna.

Terkadang, nurani kita pun salah dalam memberikan arah atau pandangan yang benar akan sesuatu. Itupun jika kita memang orang yang telah cukup mahir dalam memandang sesuatu secara positif. Bila tidak? Tentu saja kita dapat lebih dipastikan terjerumus ke dalam jerat permasalahan yang lebih dalam.

Lalu, apa yang kita perlukan? Ia bernama PENGINGAT.

Apakah pengingat itu? Ia adalah sesuatu yang dapat berwujud apapun. Sebagian besar orang, tanpa sadar sebenarnya telah memiliki apa yang disebut sebagai pengingat. Dan tak penting apakah ia dapat berwujud sesuatu yang besar, kecil, penting, atau tidak penting. Pengingat memperoleh perananya bukan dari bentuk atau wujudnya. Namun dari fungsi dan apa yang ia wakili.

Mungkin sebagian dari anda bingung. Biar saya beri contoh.

Pengingat sebenarnya dapat berupa sesuatu yang sangat sederhana. Saya memiliki sebuah gelang karet yang dahulu sering sekali saya pakai (namun hilang sekarang entah di mana). Saya selalu mengenakannya ke manapun saya pergi. Dan saya menjadikannya sebagai pengingat akan sesuatu. Nah, dari sesuatu yang sederhana itu, sebenarnya ada maksud yang sangat besar akan keberadaan gelang tersebut. Dan pastikan kalau hal yang diwakili pengngat itu adalah hal yang besar.

Gelang itu selalu dapat mengingatkan saya pada ayah saya, walau saya juga tak mengerti bagaimmana. Ya, terkadang saya membuat janji pada diri saya sendiri. Dan gelang itulah yang mengingatkan saya untuk selalu melakukan apapun sebagai bentuk pengabdian saya kepada ayah saya. Dan saya memiliki sebuah mimpi besar yang sebaiknya hanya saya saja yang mengetahui.

Jadi, begitulah. Kita harus dapat memanfaatkan sesuatu yang kecil untuk mengingatkan diri kita agar bertindak dengan benar dan juga berada di jalur yang benar dalam arah menuju tujuan hidup kita.


With much love and happiness,

Kusuma

HAPPYNESS AND STUPIDITY

Kebahagiaan dan kebodohan. Cukup menarik untuk dibahas. Sebenarnya agak kurang sesuai menggunakan istilah kebodohan di sini, karena sebenarnya istilah ketidaktahuan lebih tepat untuk pembahasan ini. Namun, apalah arti sebuah nama, bukan? He3.

Ya, kita mulai lagi dari awal. Sudah menjalani pemahaman dasar bagi banyak orang bahwa kebahagiaan yang besar dan sejati akan didapat dari pencapaian yang besar dan tinggi. Anda pasti tahu betul tentang itu. Dan pencapaian yang tinggi tentu harus diimbangi dengan pengetahuan yang tinggi pula dalam rangka perjalanan menuju tujuan tersebut.

Namun, tahukah anda kalau ada waktu-waktu dalam kehidupan ini di mana kita akan berada pada kondisi tak mengetahui apapun itu?

Ada banyak hal yang dalam kehidupan ini yang tak patut dipertanyakan, karena pemikiran kita sebagai manusia terbatas, dan tidak mungkin sampai pada sebuah kesimpulan akan jawaban yang mutlak untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebagian besar pertanyaan tersebut berkaitan dengan hal-hal religius dan kehidupan itu sendiri.

Akan tetapi, dalam kehidupan kita sehari-haripun, tanpa kita sadari, menjadi tak tahu itu akan memberikan sedikit ketenangan dalam diri kita. Tahukah anda mengapa? Begini, banyak yang kita dapat dari adanya informasi yang kita terima dari keadaan ’tahu’ kita. Namun, masalah pun sebenarnya terbawa di dalam informasi itu, karenaa kita tak dapat menolak atau memilah-milahnya.

Sebagai contoh, coba kita bayangkan bahwa kita adalah seseorang yang tinggal di daerah pedalaman yang tak mengenal adanya teknologi dan segala kemudahannya. Mungkin bagi banyak orang, kita akan dinilai hidup dalam kesusahan. Namun sebenarnya mereka yang menilai itu tak tahu bagaimana keadaan kita. Kita bisa saja hidup tenang dengan alam, tanpa perlu bergelut dengan segala permalahan metropolitan yang menyusahkan. Ya, kitalah yang sebenarnya menjalani. Dan hanya kita yang tahu bagaimana perasaan kita sendiri.

Tahunya kita akan sesuatu pun dapat memberikan dampak yang buruk pada beberapa hal. Sebagai contoh, orang yang hidup di pedalaman itu akan merasa iri andaikan mereka tahu tentang berbagai kemudahan hidup di kota metropolitan. Sedangkan mereka tak mengalaminya, jadi mereka bisa dikatakan merasa iri atas kondisi yang tak sepadan tersebut.

Andai anda pernah menonton film Forrest Gump, anda pun pasti tahu, atau setidaknya sedikit merenungkan pertanyaan saya: manakah yang anda pilih? Menjadi orang yang bodoh/tak tahu apa-apa ataukah menjadi orang yang bahagia?

Dua-duanya pun tak masalah.

With much love and happyness,

Kusuma

HAPPYNESS AND PAST

Kita, tanpa kita sadari, sebenarnya hidup di dalam tiga dimensi waktu: masa lampau, masa sekarang, dan masa depan. Kehidupan kita tak bisa terpisahkan dari mereka. Di saat kita sedang menyadari apa yang kita lakukan saat ini, waktu telah bergulir dan membuat masa depan menjadi masa sekarang, masa sekarang menjadi masa lalu, dan masa lalu tenggelam ke dalam lubangnya yang dalam.

Kita memang seringkali lebih memikirkan masa sekarang, karena sebagian besar manusia lebih mengutamakan tindakan. Dan tindakan hanya dapat bisa dilakukan sekarang. Tak untuk masa depan, karena tak ada tindakan untuk mesa depan, melainkan hanya sebuah rencana, mimpi, harapan, atau apapun itu. Begitu pula untuk masa lalu. Hanya tersisa kenangan dalam masa lalu, baik itu akan menjadi sebuah kenangan yang indah ataupun buruk.

Kebahagiaan itu mencakup segala hal di dalam kehidupan ini. Dan anda pun bisa mewujudkan sebuah kebahagiaan dari kesadaran akan masa lalu. Apakah maksudnya? Kebahagiaan dan masa lalu sebenarnya sangat terkait dengan perenungan kita akan kehidupan yang telah kita lalui selama kita hidup di dunia ini. Banyak orang yang seperti sudah saya bilang sebelumnya, tidak begitu memperhatikan masa lalunya, bahkan cenderung membenci masa lalu. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan perasaan internal tersebut. Entah itu dikarenakan trauma, kenangan buruk, prinsip hidup yang terlalu tak kenal lelah, terus maju mengejar berbagai keinginan hidup, dan lainnya.

Namun, kita tentunya ingin bahagia, bukan?

Kita tentunya menginginkan sebuah kebahagiaan yang sempurna. Dan kita tak akan bisa mendapatkan kesempurnaan itu tanpa adanya rasa syukur akan kehidupan itu sendiri. Membenci masa lalu adalah salah satu rasa tidak bersyukur. Tahu mengapa?

Tuhan, apapun kehendak-Nya, menciptakan kita di dunia ini untuk menghadapi masalah dan cobaan. Di sanalah sebenarnya letak dari inti kehidupan: seberapa kuat kita dapat menahan dan mengendalikan diri untuk kemudian menghempaskan berbagai cobaan tadi. Jadi, bagaimanapun masa lalu yang kita miliki, seberapa gelap pun itu, kita sebenarnya sedang manghadapi sebuah tantangan dari Tuhan. Dan dengan membenci masa lalu, dapat dikatakan kita telah kalah dalam pertempuran tersebut.

Lalu, apakah yang harus kita lakukan?

Tak baanyak sebenarnya, dan tak juga terlalu sulit, andai kita telah memiliki dan terbiasa untuk menciptakan pemikiran positif dari dalam diri kita sendiri. Hmm.... terdengar mudah, bukan? Namun kadang kita diciptakan sulit untuk berpikir positif. Untuk itu, kita hanya diharuskan perubahnya secara bertahap.

Ya, cukup berikan waktu untuk kita mengingat segala momen dalam hidup kita. Ada baiknya jika kita memulainya dari kenangan-kenangan buruk. Mengapa? Karena dengan mendahulukan kenangan buruk tersebut, kita dapat membandingkannya dengan segala kenangan baik yang pada akhirnya lebih kita renungkan. Sebenarnya, kita lebih sering terpengaruh oleh apa yang kita dapatkan di bagian akhir.

Proses perenungan akan masa lalu ini dapat kita lakukan dengan melihat kembali foto-foto kita di masa lalu, membuka kembali berbagai barang kita di masa kecil, atau pun kembali mengunjungi teman-teman lama, atau tempat yang pernah kita singgahi di masa lalu. Berhentileh sejenak di sana.

Selanjutnya, perhatikanlah objek itu dengan seksama, munculkan kembali gambaran masa lalu ketika anda berada di tempat tersebut, bersama siapa, dalam keadaan apa, atas alasan ingatlah.
Dan pertanyakanlah. Pertanyakanlah apa maksud dari keberadaanmu di sana, dengan mereka. Tuhan terkadang melibatkan kita pada suatu keadaan untuk tujuan tertentu. Reka-reka saja, kawan. Tak masalah jika kita mempercayai sesuatu yang kita pikirkan, andai dengan maksud untuk menciptakan kebahagiaan pribadi.

Ya, karena sebagian besar kebahagiaan kita berasal dari pengolahan pikiran yang cerdas dan positif.


With much love and happiness,

Kusuma

Senin, 11 Oktober 2010

MENCARI KEBAHAGIAAN HIDUP

Kebahagiaan manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Kebahagiaan manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jangan berharap dari diri orang lain, karena orang lain dapat mengkhianati. Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima orang lain.

Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini apa yang ada adalah baik untuknya.

Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri, justru sahabat sejati menjadi semakin jauh. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya.

Tiap-tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda. Tidak ada yang memiliki arti yang sama persis. Punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain.

Percaya kepada Tuhan, bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri. Tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusia butuhkan. Tidak harus saat ini, masih ada esok hari. Seperti yang sedang teralami, mendapat suatu cobaan dan kesusahan adalah jalan untuk dapat melihat kebahagiaan “menikmati kebahagiaan dalam kesusahaan hati”.

sumber: http://www.sarahsmart.co.cc/mencari-kebahagiaan-hidup/

Minggu, 03 Oktober 2010

BERGEMBIRALAH UNTUK HAL-HAL KECIL

Kita membentuk cita-cita berdasarkan suatu gambaran yang besar, tetapi kebahagiaan kita justru berasal dari hal-hal kecil. Suatu kehidupan yang menyenangkan dipenuhi oleh hal-hall tertentu yang menyentuh kita dengan cara yang sangat pribadi dan berbeda. Penting untuk mengundang datangnya kejutan-kejutan. Beberapa waktu yang lalu, saya membeli topi dengan detail rajut dari satu butik kecil di pinggiran jalan. Saya menerima topi itu sebagai suatu hal kecil yang menyenangkan. Sebuah topi yang akan kembali menjadi tren, cocok dengan potongan rambut saya, dan mengingatkan saya pada era kesayangan saya, yaitu tahun 1920-an. Namun, kebahagiaan yang lebih besar dari pembelian itu datang setelah saya tiba di rumah. Pada saat saya membuka tas belanja kecil berwarna beige, saya menemukan topi baru saya terbungkus dengan kertas tissue berwarna cokelat muda.

Bagaimanapun juga saya suka kertas pembungkus tisu, yang mengingatkan saya akan pada masa kecil saat menerima hadiah ulang tahun dan gaun tafeta yang dibungkus tisu. Kertas tisu berwarna cokelat pula! Hal ini merupakan suatu kejutan, seperti saat munculnya tinta coklat di masa remaja saya, saat saya berpikir hanya ada tinta hitam dan biru sebagai pilihan, atau saat menemukan roti cokelat setelah hanya melihat roti putih sepanjang masa kanak-kanak saya.

Saya mengambil kertas tissu berwarna cokelat itu dan meluruskannya di bawah sebuah buku dan dua jilid kamus yang tidak terlalu besar. Kemudian saya melipatnya dan menempatkannya di dalam kotak yang berisi bahan-bahan pembungkus kado ditemani dengan ppita satin, kertas yang distemepl tangan, dan pita perak saya akan memberikannya pada orang lain agar dapat memperoleh kegembiraan yang sama.

Pada waktu kita tidak dapat menikmati hal-hal kecil, kita cenderung menyerah pada kerakusan dan ketidak puasan. Tanpa merasakan kebahagiaan dari detail kecil yang sederhana, kita selalu menginginkan hal yang besar dan lebih besar lagi. Walau jumlah barang milik kita terus bertambah, kita cenderung melupakan detail tersebut, dan menemukan diri kita semakin kurang dapat menemukan hal yang menyentuh hati kita.

Latihlah untuk melihat hal kecil dari kehidupan, seperti cara seorang fotografer mencari detail dari pemandangan yang ada. Namun, jangan berhenti dengan apa yang kita lihat. Gunakan seluruh indera untuk menjadi ahli dalam melihat kejadian dan hal kecil. Misalnya, suatu jamuan makan siang adalah suatu peristiwa; dan menggunakan piring dengan lukisan pohon yang cantik adalah detail. Peristiwa: mengunjungi teman lama. Detail: bermain dengan anaknya yang berusia dua tahun.

Jangan simpan penghargaan anda terhadap detail. Beri perhatian dan kelilingilah diri kita dengan orang yang mengerti betapa pentingnya suatu atau selingan kecil yang mudah terlewatkan. Masyarakat luas menghargai suatu yang besar, bersuara keras, dan sesuatu yang jelas. Sangatlah membantu rasanya jika dalam dunia pribadi ada teman yang menghargai hal kecil, tenang, dan tetap. Seorang pernah berkata, ”Tuhan ada dalam hal kecil,” Demikian juga sebagian besar dari kesenangan dalam hidup ini.

Sumber: Bahagia dalam Kesibukan, Victoria Moran.